JT - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem, Saan Mustopa, mengungkapkan bahwa partainya tidak mengirimkan nama untuk masuk dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan etika dan kepantasan.
"Ini lebih kepada soal etika dan kepantasan saja. NasDem bukan partai pendukung (saat Pilpres 2024), sehingga jika kami ribut soal kabinet, rasanya kurang pas," kata Saan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin.
Baca juga : Jasa Marga Hilangkan Aturan Kedaluwarsa E-Toll Selama Mudik Lebaran
Saan menekankan bahwa pada Pilpres 2024, NasDem tidak memberikan dukungannya kepada Prabowo dan Gibran yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).
"Kami tahu diri dan mendahulukan partai politik yang tergabung dalam KIM untuk mengisi kabinet," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sikap NasDem yang tidak mengirimkan nama ke dalam penyusunan kabinet bukan berarti menarik dukungan dari pemerintahan yang akan datang.
Baca juga : Dengan PPN 12 Persen, Pemerintah Berpotensi Raup Rp75 Triliun
"Kami tetap memperhatikan etika dan soal kepantasan. Ini tidak berarti NasDem tidak memberikan dukungan," tegas Saan.
Meskipun tidak mengirimkan nama, Saan memastikan bahwa NasDem tetap bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran dan mendukung setiap kebijakan serta program yang diambil oleh presiden dan wakil presiden terpilih.
Bagikan