JT - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong seluruh pejabat/kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam menunjang pelayanan publik/masyarakat.
Emil dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin, menegaskan penggunaan AI bukan lagi sebatas teori, melainkan sudah menjadi kebutuhan praktis dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Baca juga : UPP Tobelo Evakuasi 20 Penumpang KM Beringin Jaya yang Mati Mesin di Perairan Pulau Tolonou
"Jangan sampai Pemprov Jatim tertinggal. Penggunaan AI, seperti chat GPT, dapat mengefisienkan proses brainstorming, eksplorasi ide, hingga inventarisasi data dan fakta," kata Emil.
Menurut Emil, AI dalam pemerintahan berperan sebagai regulator, fasilitator, pemimpin, dan pengguna.
Dengan menyeimbangkan empat fungsi tersebut, kata dia, pemerintah dapat mendorong pengembangan AI yang aman, inovatif, dan berpihak pada kepentingan publik.
Baca juga : DLH Karawang Usut Kasus Pembuangan Limbah Medis ke Sungai Citarum
Ia mengajak seluruh kepala perangkat daerah untuk menginventarisasi bidang strategis di Pemprov Jatim yang bisa dieksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan.
Saat ini, Pemprov Jatim telah mulai menggunakan AI dalam pengolahan data dan analisa kebijakan berbasis data tidak terstruktur, termasuk data gambar dan video.
Bagikan