JAKARTATERKINI.ID - Psikolog Keluarga dan Pernikahan, Yulistin Puspaningrum, menyoroti pentingnya mempertahankan komitmen dalam pernikahan untuk mencegah konflik yang berpotensi berujung pada perceraian.
"Ketika kita memasuki ikatan pernikahan, komitmen terhadap hubungan tersebut sangat penting. Tanpa komitmen, bahkan masalah kecil pun bisa memunculkan ketidakcocokan," ungkap Yulistin, seorang psikolog yang lulus dari Universitas Gadjah Mada, dalam wawancara dengan ANTARA pada hari Selasa.
Baca juga : Tips Menjaga Asupan Makanan Sehat untuk Anak Usia Satu Tahun
Menurutnya, sebelum memutuskan untuk menikah, penting bagi calon pasangan untuk memahami kepribadian dan latar belakang keluarga masing-masing guna meminimalkan potensi konflik di masa mendatang.
Setelah menikah, Yulistin menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pasangan dalam memenuhi kebutuhan masing-masing.
Dia menjelaskan bahwa terdapat lima kebutuhan utama yang perlu dipenuhi dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, yaitu waktu, pelayanan, penghargaan, pemberian hadiah, dan pelukan.
Baca juga : Rahasia Memasak Steak di Rumah yang Enak dan Berkualitas ala Executive Chef
Yulistin menegaskan bahwa sentuhan atau pelukan memiliki peran penting dalam menjaga kebahagiaan pernikahan. Sentuhan tersebut membuat pasangan merasa dihargai dan dibutuhkan.
Selain itu, menurutnya, penting bagi pasangan untuk terus menciptakan momen kejutan agar hubungan mereka tetap dinamis dan tidak monoton.
Bagikan