JAKARTATERKINI.ID - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta menekankan pentingnya budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan guna meningkatkan produktivitas dan mencapai target nihil kecelakaan kerja.
"Perusahaan harus memiliki target tinggi terkait kecelakaan kerja, yaitu 'zero accident' atau nihil kecelakaan kerja," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Hari Nugroho, di Jakarta, Minggu.
Baca juga : PAD Sektor Parkir DKI Jakarta Dinilai Bocor, Potensi Capai Rp600 Miliar Tapi Baru Terealisasi Rp8,9 Miliar
Menurut Hari, K3 di perusahaan tidak boleh hanya menjadi sekadar prosedur standar operasional (SOP), melainkan harus menjadi bagian dari budaya kerja agar para pekerja dapat bekerja dengan aman tanpa mengalami kecelakaan.
"K3 harus dibudayakan, bukan hanya sekadar SOP atau wacana. Tetapi pelaksanaannya harus konsisten," tambahnya.
Hari menegaskan bahwa menjaga kesehatan pekerja adalah hal yang penting bagi perusahaan karena hal itu akan mendukung beban kerja yang dapat diselesaikan dengan baik, sehingga produktivitas perusahaan juga dapat terjaga.
Baca juga : Polisi Serahkan Berkas Kasus Ayah yang Membunuh Anak di Jagakarsa ke Kejaksaan
"Kesehatan itu penting, karena tanpa kesehatan, kita tidak bisa mengelola beban kerja dengan baik dan produktivitas akan terganggu. Perusahaan ingin meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Disnakertransgi DKI Jakarta bersama pihak terkait menutup Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan menggelar "Safety Run" di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu.
Bagikan