JT - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengumumkan bahwa teknologi Optical Character Recognition (OCR) yang digunakan untuk mengekstrak teks dari gambar pada Formulir Model C1-Plano atau catatan hasil penghitungan suara Pemilu 2024 di Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) telah berhasil diperbaiki.
"Telah terjadi perbaikan, terutama pada OCR untuk mengatasi masalah pada hasil C, yang merupakan hasil konversi dari gambar ke angka," ungkap Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, di Kantor KPU RI, Jakarta, pada hari Senin.
Baca juga : 130 Ormas di Jakarta Barat Bersatu Mendukung Pemilu 2024 yang Damai
Bagja menambahkan bahwa perbaikan teknologi tersebut telah dilakukan selama sekitar dua hingga tiga hari terakhir.
Meskipun begitu, Bagja menegaskan bahwa proses rekapitulasi manual secara bertahap tidak boleh dihentikan. Proses tersebut harus terus berlanjut hingga selesai.
"Mengapa harus berhenti sekarang? Karena Bawaslu provinsi belum dilantik, dan jadwalnya tanggal enam atau tujuh, jika tidak salah," jelasnya.
Baca juga : Krisdayanti Mantap Maju Sebagai Calon Wali Kota Batu
Sebelumnya, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Idham Holik, menegaskan bahwa tidak terjadi penggelembungan suara terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Tidak ada penggelembungan suara yang terjadi," ujar Idham.
Bagikan