JT - Anggota Komisi VII DPR Hendrik Halomoan Sitompul mengatakan perlu adanya pakta integritas antara Pertamina dengan pengusaha sehingga dapat mencegah dan mengambil tindakan tegas apabila terjadi kecurangan.
“Pertamina Patra Niaga memanggil semua pengusaha tersebut untuk bisa membuat suatu pakta integritas dan membuat pengawasan melekat terhadap pengusaha tersebut, bila penting kalau ada pengusaha yang melakukan itu (kecurangan) langsung ganti pemain,” ujar Hendrik dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Baca juga : Nilai Transaksi Digital BNI Capai Rp1.104 Triliun
Pernyataan tersebut ia sampaikan terkait adanya temuan sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang disinyalir melakukan kecurangan.
Hendrik menyampaikan bahwa kecurangan dapat terjadi karena adanya perangai buruk dari pengusaha itu sendiri.
Sebaik apa pun sistem pengawasan yang dibangun oleh Pertamina, kata dia, pengusaha nakal akan tetap mencari celah untuk melakukan kecurangan demi keuntungan.
Baca juga : Infrastruktur Tol Baru di Sumatera Utara Diresmikan Presiden Jokowi
“Apa pun yang dibangun oleh Pertamina dalam sistem, mau itu teknologi atau pengawasan melekat, tapi ketika pengusahanya punya attitude itu untuk bisa nakal atau curang, dia curang aja gitu,” tuturnya.
Hendrik kembali menegaskan agar Pertamina bisa mengambil tindakan tegas untuk menghentikan izin bagi pengusaha-pengusaha nakal yang tertangkap tangan melakukan kecurangan.
Bagikan