JT - Anggota Komisi VIII DPR, Wisnu Wijaya, menilai bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai wadah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.
“Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat merupakan wadah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat fisik, psikis, sosial, ekonomi, dan spiritual bagi setiap individu yang hidup bermasyarakat dalam sebuah bangsa dan negara,” ujar Wisnu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca juga : Menaker dan Menteri UMKM Tingkatkan Kompetensi 10.000 Usaha Mikro dan Kecil
Pernyataan ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Juni lalu. Wisnu juga menyoroti persoalan perlindungan keluarga yang masih menjadi masalah, seperti tingginya angka kematian ibu di Indonesia.
Menurutnya, rendahnya akses dan mutu fasilitas kesehatan, minimnya pengetahuan dan pendidikan mengenai reproduksi, keterlambatan deteksi komplikasi kesehatan, hingga regulasi yang tumpang tindih merupakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu.
"Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, angka kematian ibu pada tahun 2021 mencapai 6.865 orang, meningkat dibandingkan tahun 2019 yang berada di angka 4.197 orang," katanya.
Baca juga : Kemenag Prediksi Idul Fitri 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025
Wisnu menjelaskan bahwa DPR RI berupaya mengatasi masalah tersebut dengan menghadirkan regulasi yang berpihak pada perlindungan keluarga, salah satunya adalah Undang-Undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak.
"Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak antara lain berperan mengakomodasi kebutuhan setiap ibu yang bekerja untuk mendapatkan kesempatan melakukan laktasi selama waktu kerja," jelas Wisnu.
Bagikan