JT – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan program normalisasi Kali Ciliwung, yang sempat tersendat beberapa tahun terakhir. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian PUPR dan Kementerian ATR/BPN, terutama terkait penetapan lokasi (penlok) dan pembebasan lahan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmen tersebut usai melakukan rapat koordinasi dengan kementerian terkait.
Baca juga : Sebanyak 140.081 kendaraan tinggalkan Malang melalui GT Singosari
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan ATR. Normalisasi Ciliwung akan segera dilanjutkan. Kami memerlukan penetapan lokasi, pembebasan lahan, dan sebagainya,” ujar Pramono di Jakarta, Selasa (15/4).
Salah satu hambatan utama dalam proyek ini adalah belum tuntasnya pembebasan lahan dan relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai. Pemprov berharap proses tersebut bisa segera dituntaskan agar sisa 16,52 km dari total 33,69 km panjang sungai bisa segera dinormalisasi.
Hingga saat ini, sekitar 17,17 km sudah selesai dikerjakan.
Baca juga : Pemprov DKI Jakarta Koordinasi dengan UNHCR Terkait Pengungsi di Jakarta Selatan
Meski enggan mengomentari apakah pendekatan yang digunakan akan sama dengan masa kepemimpinan gubernur sebelumnya, Pramono menegaskan bahwa prioritas utama adalah pengurangan risiko banjir di Jakarta.
“Apakah sama dengan gubernur yang dulu atau tidak, intinya bahwa normalisasi akan kami lakukan. Itu saja,” ujarnya singkat.
Bagikan