JT - Memori dan tubuh anak-anak di Gaza mengalami kehancuran menyusul dua bulan blokade bantuan kemanusiaan dan serangan lanjutan Israel, kata Direktur Eksekutif program Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (1/5).
Selama dua bulan ini penjajah Israel telah memblokir akses masuk pasokan medis, bahan bakar serta makanan yang sangat dibutuhkan di Gaza.
Baca juga : Jumlah Jurnalis Palestina yang Ditahan di Penjara Israel Mencapai 61 Orang
"Kami menghancurkan memori dan pikiran anak-anak Gaza. Kami membuat anak-anak Gaza kelaparan. Kami terlibat dalam situasi tersebut," kata Wakil Direktur Jenderal Michael Ryan kepada awak media di Kantor Pusat WHO.
"Sebagai seorang dokter, saya marah. Ini aksi keji," katanya.
"Tingkat kekurangan gizi saat ini merusak imunitas," kata Ryan, memperingatkan bahwa kasus pneumonia dan meningitis pada wanita dan anak-anak bisa meningkat.* * *
Baca juga : Krisis Politik di Korea Selatan: Puluhan Ribu Orang Gelar Aksi Terkait Pemakzulan Presiden Yoon
Bagikan